ZONAUTARA.com – Banyak pengguna Android selama bertahun-tahun memilih Nova Launcher sebagai alat kustomisasi ponsel mereka. Namun, seiring dengan serangkaian akuisisi dan perubahan kebijakan internal aplikasi ini, pengguna disarankan untuk menelaah kembali keputusan mereka. Data per Mei 2026 menunjukkan bahwa Nova Launcher hanya memiliki rating 3,1 di Google Play Store, menurun drastis, seiring dengan pengguna beralih ke pilihan lain atau kembali ke stock launcher bawaan.
Pada masa lalu, Nova Launcher dikenal bebas iklan dan memberikan pengalaman pengguna yang bersih. Setelah diakuisisi oleh Instabridge pada Januari lalu, kondisi ini berubah karena iklan mulai muncul di berbagai bagian aplikasi. Meski versi premium Nova Launcher Prime tetap bebas iklan, pengguna mengkritik perubahan ini karena mempengaruhi kualitas aplikasi.
Para pengguna di komunitas seperti Reddit bahkan mengatakan bahwa iklan Nova Launcher bisa dianggap mengganggu, sebanding dengan spyware dikarenakan sifatnya yang mengganggu fitur antarmuka ponsel. Stabilitas Nova Launcher yang dulu dibanggakan kini pun dipertanyakan, dengan banyaknya keluhan teknis dari pengguna.
Salah satu alasan utama untuk berhenti menggunakan Nova Launcher adalah rencana Integrasi asisten AI oleh Instabridge, yang memerlukan akses ke data sensitif pengguna. Meskipun dikatakan bahwa fitur ini bersifat opsional, banyak yang khawatir mengenai bagaimana data tersebut akan dikelola.
Pilihan aplikasi seperti Niagara Launcher atau Smart Launcher kini menjadi pertimbangan bagi mereka yang mencari privasi lebih baik. Namun, kembali ke aplikasi launcher bawaan rekomendasi bagi mereka yang ingin menjaga stabilitas dan keamanan data ponsel mereka.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

