Ketegangan di Hormuz Memuncak, AS Serang Iran Lagi

AS menyerang Iran setelah dugaan ancaman terhadap kapal di Selat Hormuz, mengguncang diplomasi internasional.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Rabu waktu setempat menyusul dugaan bahwa Teheran mengirim drone ke arah kapal-kapal komersial yang berada di Selat Hormuz. Aksi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang dilakukan oleh Washington dan Teheran untuk meredakan ketegangan.

Menurut pejabat AS, serangan tersebut dilakukan dengan menembak jatuh sejumlah drone Iran dan menghantam stasiun kendali drone dekat Bandar Abbas, yang merupakan kota pelabuhan utama di Iran selatan dan berada di kawasan strategis Selat Hormuz. Lokasi ini dianggap mengancam pasukan AS dan jalur pelayaran komersial internasional di kawasan itu.

Sumber dari The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran meluncurkan empat drone serang satu arah menuju kapal militer AS dan kapal komersial pada pagi hari. Jet tempur Amerika jenis F/A-18, F-16, dan F-35 kemudian menembak jatuh drone-drone tersebut. Selain itu, F/A-18 menghantam unit kendali darat sebelum drone kelima dapat diluncurkan, kata seorang pejabat.

Serangan dari AS ini disebut sebagai tindakan defensif dan terbatas, bukan sebuah eskalasi yang dapat merusak gencatan senjata yang saat ini sebagian besar dipatuhi oleh kedua belah pihak. Menurut dua pejabat yang ditemui, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Setelah serangan AS, Kuwait juga mengalami serangan pada Kamis pagi, yang mengakhir periode tenang di bawah gencatan senjata. Militer Kuwait melaporkan telah mencegat serangan rudal dan drone, sementara warga diimbau untuk mencari perlindungan.




Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan AS sebagai balasan dan mengancam akan membalas serangan lebih lanjut di masa depan. Bentrokan ini menegaskan tantangan yang dihadapi negosiasi yang diupayakan oleh Gedung Putih untuk mengamankan perdamaian, menurunkan harga minyak, membatasi proyek nuklir Iran, dan memungkinkan Presiden Trump untuk mengklaim keberhasilan operasinya di Timur Tengah.

Presiden Trump dalam rapat kabinet pada Rabu pagi menegaskan bahwa dia masih berupaya untuk menegosiasikan kesepakatan yang akan membuka Selat Hormuz untuk perdagangan dan menyita cadangan uranium tingkat tinggi milik Iran. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menambahkan bahwa “Diplomasi selalu menjadi pilihan pertama” dalam menangani situasi ini.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com