ZONAUTARA.com – Kolesterol tinggi dalam darah kerap kali tidak menunjukkan gejala fisik hingga berkembang menjadi komplikasi serius. Untuk memastikan kondisi ini, diperlukan tes darah atau pemeriksaan profil lipid secara rutin.
Mayo Clinic menyebut kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai “silent killer” karena minimnya tanda fisik sebelum terjadi komplikasi. Namun, jika kadar kolesterol mencapai tingkat yang sangat tinggi, gejala fisik dapat muncul dan berpotensi menyebabkan komplikasi pada organ tubuh.
Kelompok dengan faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan penyakit jantung, diabetes, hipertensi, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tinggi lemak jenuh disarankan melakukan pemeriksaan lebih dini. Dengan melakukan tes profil lipid, yang mencakup kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida, individu dapat mendeteksi kondisi ini lebih awal dan berkonsultasi dengan dokter untuk interpretasi medis lebih lanjut berdasarkan profil risiko pribadi.
Kolesterol tinggi yang tidak terkontrol meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium hendaknya menjadi prioritas guna menghindari komplikasi fatal di masa depan.
Dalam konteks lain, studi di Spanyol terkait diagnosis penyakit Alzheimer dan pengembangan tes darah untuk memprediksi risiko penyakit juga memberikan harapan baru untuk diagnosis dini dengan metode non-invasif.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

