ZONAUTARA.com – Puncak pelaksanaan ibadah haji yang terjadi di Armuzna, meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas haji terutama di Jamarat. Koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi kunci bagi petugas Mobile Crisis Rescue (MCR) di Jamarat untuk mengatasi mobilitas jemaah yang sangat tinggi di fase tersebut.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menegaskan pentingnya kesiapan petugas saat meninjau Jamarat pada Rabu malam (27/5/2026). “Banyak sekali jemaah yang mengalami kelelahan, karena puncak dari Armuzna adalah Mina dan Jamarat,” kata Ihsan kepada Tim Media Center Haji.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak jemaah haji kesulitan karena jarak 7 km pulang-pergi yang harus ditempuh berjalan kaki dari tenda ke Jamarat, yang mencapai kepadatan maksimal selama prosesi itu. Terowongan menuju Jamarat menambah tantangan dengan kepadatannya, sehingga membutuhkan pengaturan arus jemaah yang tepat.
Di samping itu, petugas MCR ditempatkan di sepanjang Jamarat, khususnya di lantai 1 dan 3, dengan sistem kerja 24 jam. “Paling penting yang harus diperhatikan adalah jangan sampai pisah dari rombongan, kedua pastikan bahwa kondisi badan kita fit,” jelas Cucu Nurparid, Kepala Pos MCR 1 Pos 3, mengingatkan jemaah untuk saling berkomunikasi dan menjaga kebugaran fisik agar kelompok tidak terpisah.
Meski menghadapi kepadatan yang tinggi, pelaksanaan ibadah lempar jumrah sejak hari pertama tetap tertib. Jemaah Indonesia yang melaksanakan lempar jumrah di lantai satu termasuk yang mengikuti program tanazul, jemaah haji khusus, Timwas DPR RI, dan rombongan Amirulhaj. Prosesi ini merupakan simbol perlawanan terhadap godaan setan, dan melibatkan pelemparan batu kerikil ke tiga titik jumrah.
Kepadatan jemaah tidak terelakkan di akses jalan menuju Jamarat, tetapi otoritas Arab Saudi dan petugas keamanan memastikan arus tetap teratur. Di tengah aktivitas fisik yang tinggi dan cuaca panas, petugas kesehatan siap memberikan penanganan medis bagi jemaah yang mengalami kelelahan.
Diolah dari laporan Tirto.id.

