Pemikiran Ahmad Syafii Maarif Diabadikan Melalui Seni di Padang Panjang

Pemikiran Ahmad Syafii Maarif diabadikan melalui seni dalam pagelaran di ISI Padang Panjang.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Dalam rangka memperingati empat tahun wafatnya Ahmad Syafii Maarif dan hari lahirnya, MAARIF Institute menggelar pentas budaya kolaboratif bertajuk “Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau”, Minggu (31/5/2026) di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Acara ini menjadi momentum untuk merenungkan pemikiran almarhum yang dikenal sebagai sosok Guru Bangsa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang berlangsung di tiga kota, yakni Yogyakarta, Padang Panjang, dan Jakarta. Sebelumnya, di Yogyakarta telah diadakan pameran seni rupa berjudul “Suluh Bangsa”. Pemilihan Padang Panjang sebagai lokasi kedua memiliki arti mendalam mengingat hubungan Buya Syafii Maarif dengan Minangkabau.

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ini adalah upaya merawat gagasan Buya di tengah kemajemukan bangsa. “Ini adalah undangan untuk merenung di tengah dinamika zaman, mengajak kita pulang pada nilai keadaban luhur,” ucapnya. Acara ini dihadiri oleh sekitar 700 penonton dan dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika.

Salah satu acara utama adalah pembacaan ulang Kuliah Umum Buya yang pernah disampaikan di ISI Padang Panjang pada 16 Maret 2015, dibawakan oleh Dr. Dede Pramayoza. Pesan tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan kembali memori kolektif generasi muda. Acara puncak menampilkan pagelaran yang disutradarai oleh Edy Utama dengan perpaduan narasi teatrikal, musik, dan visual.

Melalui medium seni, pesan-pesan kemanusiaan dan kebangsaan diharapkan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat lintas generasi. Setelah Padang Panjang, acara “Bulan Buya” ini akan mencapai puncaknya di Jakarta pada pertengahan Juni mendatang. MAARIF Institute berharap agar pemikiran Buya tetap menyala dalam kebangsaan Indonesia.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com