ZONAUTARA.com – Kementerian Pariwisata bersama instansi terkait memperketat pengawasan terhadap kegiatan pariwisata di kawasan sekitar gunung berapi, terutama setelah erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, bulan lalu. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan kegiatan wisata di daerah rawan tersebut.
Menanggapi erupsi Gunung Dukono yang mengakibatkan tragedi bagi pendaki dan wisatawan, Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa pengawasan yang ketat menjadi prioritas utama saat ini. “Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan koordinasi dengan BASARNAS dan tim SAR berjalan cepat,” demikian pernyataan tertulis dari Kementerian Pariwisata pada Jumat.
Kementerian juga mengkoordinasikan pengawasan ketat di pintu masuk jalur pendakian gunung berapi bersama pengelola objek wisata alam. Ini dilakukan agar tidak ada pendaki atau wisatawan yang mendekati gunung yang berstatus waspada atau siaga.
Pemeriksaan terhadap pemandu wisata juga akan dilakukan untuk memastikan mereka tidak membawa wisatawan ke zona berbahaya, baik untuk pendokumentasian maupun pembuatan konten. “Ini adalah tragedi besar bagi dunia pariwisata kita,” ujar pihak kementerian, menandaskan perlunya pelajaran dari kejadian ini.
Pihak kementerian juga mengapresiasi kerja tim evakuasi yang berhasil menyelamatkan 17 pendaki, meskipun harus kehilangan tiga nyawa — satu warga Indonesia dan dua dari Singapura. Kementerian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurut BNPB, proses evakuasi berjalan baik hingga semua korban ditemukan pada Jumat (8/5).
Diolah dari laporan Antara.

