ZONAUTARA.com – Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya aksi kejahatan jalanan di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena begal bersenjata dan kekerasan di jalan membuat masyarakat merasa terancam, dan ini mendorongnya untuk mencari solusi perlindungan.
Bamsoet menjelaskan bahwa kasus pencurian bermotor, penjambretan disertai kekerasan, dan penusukan menggunakan senjata tajam mengindikasikan ancaman keamanan yang serius dan dapat terjadi kapan saja. “Keamanan masyarakat merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, PERIKHSA berkolaborasi dengan Anubis Bodyarmor membuat jaket anti begal sebagai solusi perlindungan diri,” ujar Bamsoet.
Statistik Polri menunjukkan bahwa tindak kejahatan jalanan terus menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di wilayah seperti Jabodetabek, Medan, Makassar, Surabaya, dan Bandung. Pelaku kejahatan sering menggunakan senjata tajam, bahkan senjata api rakitan, dan ini telah mengakibatkan banyak korban mengalami luka parah atau bahkan kehilangan nyawa.
Kolaborasi antara PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor menghasilkan jaket anti begal yang dirancang dengan teknologi balistik modern. Jaket ini memenuhi spesifikasi National Institute of Justice (NIJ) Level IIIA, yang memberikan perlindungan terhadap senjata api dan tajam, serta mengutamakan keselamatan penggunanya.
Bamsoet menekankan pentingnya pendekatan komprehensif untuk mengurangi angka kejahatan jalanan, termasuk patroli polisi yang intensif, pemasangan kamera pengawas di area rawan, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri. “Kami ingin menghadirkan inovasi yang dapat membantu masyarakat merasa lebih aman saat menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkas Bamsoet.
Diolah dari laporan Detik.

