ZONAUTARA.com – Pemkab Indramayu membuka peluang investasi khususnya di sektor industri untuk menyerap tenaga kerja lokal yang selama ini banyak tersalurkan ke luar negeri. Dengan lahan seluas lebih dari 14 ribu hektare disiapkan sebagai Kawasan Peruntukan Industri (KPI), berbagai kecamatan seperti Losarang, Sukra, Krangkeng, dan Gantar akan menjadi lokasi proyek strategis Rebana.
Masyarakat Indramayu diyakini memiliki etos kerja yang tinggi, namun akibat keterbatasan lapangan kerja, banyak warga yang memilih menjadi Pekerja Migrasi Indonesia (PMI). “Masyarakat Indramayu memiliki etos kerja yang tinggi. Sayangnya selama ini cenderung lebih banyak tersalurkan ke luar negeri, karena terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah sendiri,” tutur Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Minggu (7/6).
Lucky optimistis bahwa kehadiran industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal akan mengurangi jumlah warga yang memilih menjadi PMI. “Keberadaan lapangan kerja di daerah sendiri bakal menjadi solusi jangka panjang,” katanya.
Bupati memastikan pengembangan industri ini tidak akan mengorbankan tatanan pertanian di Indramayu yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional. “Pengembangan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian,” tegas Lucky.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Indramayu bersama pihak terkait untuk mempercepat realisasi proyek infrastruktur yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

