ZONAUTARA.com – Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini dalam dunia pendidikan sebagai upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, penanaman karakter anti-korupsi dan integritas penting dilakukan dari usia dini demi membangun fondasi karakter anak bangsa. “Penanaman nilai-nilai integritas sejak dini merupakan fondasi utama pembangunan karakter anak bangsa yang merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (7/6/2026).
Lestari memberikan apresiasi terhadap Surat Edaran (SE) KPK Nomor 7 Tahun 2026 yang mendorong pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). SE tersebut melarang praktik pungutan liar, siswa titipan, rekayasa domisili, dan gratifikasi. Meski demikian, ia menilai langkah ini belum cukup.
“Data KPK menunjukkan tantangan yang cukup berat. Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 mencatat indeks integritas sektor pendidikan hanya 69,50 dari skala 100. Capaian itu berarti sistem integritas baru mulai terbentuk, namun belum menjadi budaya yang konsisten,” papar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Rerie juga mengungkapkan bahwa 28% sekolah masih terlibat dalam praktik pungutan ilegal di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan 23% sekolah menutup mata terhadap kecurangan pada proses sertifikasi dan akreditasi. Di tingkat orang tua dan tenaga pendidik, pandangan serupa mengenai gratifikasi masih tinggi.
“Dengan fondasi integritas yang kuat sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan menolak segala bentuk kecurangan,” pungkas Rerie.
Diolah dari laporan Detik.

