ZONAUTARA.com – Piala Dunia FIFA 2026, yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi bagi kota-kota penyelenggara di Amerika Serikat, menghadapi keraguan terkait dampaknya. Dengan harapan akan mendatangkan jutaan wisatawan dan mendorong ekonomi lokal, sejumlah faktor kini memunculkan keraguan atas efektivitasnya sebagai mesin ekonomi.
Beberapa indikator menunjukkan kemungkinan dampak ekonomi yang lebih sedikit dari perkiraan. Harga tiket yang tinggi, lemahnya pemesanan hotel, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dinilai dapat mengurangi jumlah wisatawan. “Minat untuk bepergian dan membayar harga tiket yang tinggi semakin berkurang,” kata Mike Edwards, Profesor Manajemen Olahraga North Carolina State University, dikutip Al Jazeera, Selasa (9/6/2026).
Kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump dinilai menjadi salah satu faktor penghambat kedatangan wisatawan internasional. American Civil Liberties Union (ACLU) bahkan mengeluarkan peringatan bagi warga asing untuk berhati-hati saat bepergian ke AS. Kebingungan terkait aturan visa dan keterlambatan penerbitan visa semakin menambah ketidakpastian.
Di dalam negeri, tekanan ekonomi juga mempengaruhi perilaku konsumen. Harga bensin yang meningkat dan kenaikan biaya hidup membuat masyarakat lebih hati-hati dalam pengeluaran. Tingkat pemesanan hotel di kota-kota penyelenggara dilaporkan lebih rendah dari ekspektasi.
Meski demikian, ada harapan di sektor akomodasi alternatif seperti Airbnb. CEO Airbnb, Brian Chesky, optimistis tren pemesanan selama Piala Dunia 2026 akan menjadi yang tertinggi dalam sejarah perusahaan tersebut. Sementara itu, tren positif juga terlihat pada permintaan perjalanan udara, dimana pemesanan penerbangan ke Houston mencatat peningkatan.

