Klaim Kesepakatan Trump dengan Iran, Teheran Sebut AS Mundur

Klaim kesepakatan damai antara Trump dan Iran menimbulkan kontroversi, memicu guncangan di pasar global.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Konflik diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mencapai puncaknya ketika Presiden Donald Trump secara mendadak mengumumkan adanya kesepakatan damai untuk menyudahi konflik bersenjata. Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan optimisme bahwa prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut akan segera terlaksana dalam beberapa hari ke depan. “Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah membatalkan jadwal serangan dan pemboman terhadap Iran malam ini,” ujarnya melalui akun media sosial Truth Social.

Di balik layar, kesepakatan tersebut dicapai berkat negosiasi maraton yang melibatkan mediator dari Qatar, Ali Al-Thawadi, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pertemuan ini berlangsung selama berjam-jam di Teheran, dengan melibatkan panggilan telepon langsung ke para utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Produk hukum yang dimediasi bersama oleh Qatar dan Pakistan ini dikenal dengan nama Perjanjian Islamabad.

Namun, pernyataan sepihak dari Trump ini mengejutkan beberapa pihak, termasuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengaku tidak diberi informasi mengenai perkembangan ini. Netanyahu dilaporkan harus berkali-kali menghubungi sekutu dekat pemerintahan Trump untuk mengumpulkan informasi terkait pergerakan diplomatik yang berjalan secara rahasia.

Kesepakatan tersebut mencakup nota komitmen mutlak dari Iran terkait program nuklirnya, termasuk janji untuk tidak memproduksi senjata nuklir dan menyelesaikan masalah seputar pengayaan uranium. Upaya ini mencerminkan usaha untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.

Selain klaim Trump, respons dari pihak Iran menunjukkan adanya penolakan terhadap beberapa poin draf kesepakatan, menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut mengenai realisasi dari kesepakatan tersebut di lapangan. Guncangan ini turut mempengaruhi pasar keuangan dan komoditas energi global akibat ketidakpastian situasi diplomatik ini.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com