ZONAUTARA.com – Tahukah Anda bahwa nyamuk memiliki preferensi terhadap warna-warna tertentu? Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk lebih tertarik pada warna gelap dibandingkan warna cerah. Hal ini terkait dengan cara nyamuk menentukan mangsanya dan dapat dimanfaatkan untuk menghindari gigitan serangga ini.
Nyamuk, menurut situs Very Well Health, tertarik pada beberapa faktor seperti golongan darah O, karbon dioksida yang dihembuskan, panas tubuh lebih tinggi, serta aroma tubuh yang dihasilkan oleh keringat, bakteri, dan asam karboksilat. Di samping itu, preferensi terhadap warna gelap juga memainkan peran penting.
Melalui penelitian berjudul “The Olfactory Gating of Visual Preferences to Human Skin and Visible Spectra in Mosquitoes”, diketahui bahwa nyamuk akan lebih tertarik pada warna tertentu setelah mendeteksi karbon dioksida dari napas manusia. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa tanpa keberadaan CO2, nyamuk cenderung terbang acak dan tidak mendekati warna tertentu. Namun, setelah mendeteksi CO2, nyamuk lebih aktif mencari target dan tertarik pada warna merah, oranye, dan sian.
Preferensi ini dipengaruhi oleh intensitas cahaya, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal “Species-Specific Color Preferences During Foraging in Aedes aegypti, Aedes albopictus, and Culex quinquefasciatus Across Varying Light Conditions”. Dalam kondisi cahaya redup (130 lux), nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus lebih tertarik pada warna merah. Sebaliknya, saat cahaya terang (1600 lux), mereka menunjukkan preferensi pada warna hitam. Culex quinquefasciatus juga menunjukkan pola serupa, dengan kecenderungan betina tertarik pada merah di cahaya terang.
Kesimpulannya, nyamuk kurang menyukai warna cerah karena warna tersebut tidak memandu mereka menemukan makanan. Warna merah dan hitam lebih mirip spektrum cahaya yang dipantulkan kulit manusia, sehingga lebih efektif dalam menarik perhatian nyamuk.
Diolah dari laporan Tirto.id.

