Piala Dunia 2026: FIFA Didesak Hapus Resmi Terkait Isu Gestur Rasis

Piala Dunia 2026 semakin memanas dengan kontroversi gestur rasis yang melibatkan seorang resmi. Temukan berita lengkapnya di sini.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Piala Dunia 2026: FIFA Didesak Hapus Resmi Terkait Isu Gestur Rasis

ZONAUTARA.com – Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat sedang memasuki fase penyisihan dengan waktu kick-off yang lebih ramah bagi penonton di Inggris. Pertandingan antara Spanyol melawan Kap Verde dijadwalkan pukul 17.00 WIB dan Belgia melawan Mesir pada pukul 20.00 WIB. Bagi penonton di Kap Verde, itu berarti pertandingan dimulai pukul 15.00 waktu setempat, sedangkan di Mesir, pertandingan akan berlangsung pada pukul 22.00. Namun, tantangan terbesar bagi penonton di Inggris adalah pertandingan antara Iran melawan Selandia Baru yang dimulai pukul 02.00 WIB.

Di Auckland, Wellington, dan Christchurch, waktu pertandingan tersebut adalah pukul 13.00, sedangkan di Tehran, Mashhad, dan Karaj, akan dimulai pada pukul 04.30. Terkait lagu-lagu Piala Dunia, salah satu yang teringat adalah lagu dari skuad Jerman tahun 1990. Meskipun Inggris membawa genre tersebut ke level baru dengan New Order dan rap dari John Barnes, Jerman tetap berpegang pada jalur tradisional dengan penyanyi yang terlihat seperti kombinasi antara Chris de Burgh dan Thomas Muller.

Di sisi lain, FIFA menghadapi tekanan untuk menghapus seorang resmi video review, Shaun Evans dari Australia, setelah ia terlihat membuat gestur tangan yang mirip simbol supremasi kulit putih selama pertandingan Jerman melawan Curaçao yang berakhir dengan skor 7-1. Jaringan pemantau diskriminasi di Piala Dunia meminta tindakan tegas terhadap Evans, yang gesturnya juga diunggah oleh beberapa penggemar di media sosial. “Saran dari para ahli kami adalah bahwa gestur tersebut jelas menyerupai simbol tangan ‘OK’ terbalik yang digunakan sebagai simbol ‘kekuatan putih’ dalam lingkaran kanan jauh global,” jelas jaringan tersebut.

Dalam berita lainnya, penggemar Skotlandia mengubah Fenway Park menjadi arena sorak-sorai setelah pertandingan antara Boston Red Sox dan Texas Rangers berakhir dengan skor 6-4. Penggemar Skotlandia tetap bernyanyi meski pertandingan telah usai, dengan nyanyian seperti “super John McGinn” dan “yes sir, I can boogie” yang menggema di stadion. Selain itu, ada juga pertanyaan mengenai siapakah pemain yang akan tampil menonjol dalam turnamen ini, dengan Jordan Henderson percaya bahwa Jude Bellingham akan menjadi kunci bagi Inggris.

Henderson mengatakan, “Saya yakin dia akan memiliki dampak besar bagi kami dalam turnamen ini. Saya ingat lima tahun lalu saya memberinya cap pertamanya. Seberapa banyak dia berkembang, baik sebagai pemain maupun sebagai orang, sungguh luar biasa.” Dengan banyaknya pertanyaan yang muncul menjelang Piala Dunia ini, termasuk siapa yang akan memenangkan trofi dan siapa yang akan meraih Golden Boot, ketegangan dan antisipasi terus meningkat di kalangan penggemar sepak bola di seluruh dunia.




Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com