ZONAUTARA.com – Sejarah Islam mencatat sejumlah sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW berhasil membuktikan diri sebagai konglomerat besar pada zamannya. Berdasarkan riset sejarah Islam dan kompilasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), terdapat lima sahabat Nabi yang dikenal tidak hanya kaya raya, tetapi juga berjiwa dermawan.
Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat terdekat dan khalifah pertama, dikenal memiliki aset yang digunakan untuk mendukung perjuangan Islam. Setelah menjadi khalifah, kekayaannya semakin bertambah dan ia tetap menyalurkannya untuk keperluan umat.
Utsman bin Affan, khalifah ketiga, adalah pebisnis ulung yang sangat sukses. Kekayaannya tidak hanya berasal dari perdagangan, tetapi juga dari investasi yang bijak. Utsman diketahui sering menggunakan kekayaannya untuk meringankan masyarakat yang membutuhkan, termasuk membeli persediaan air untuk umat Muslim yang miskin.
Abdurrahman bin Auf, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, memulai bisnisnya dari nol. Ketika tiba di Madinah, Abdurrahman mulai berdagang sambil mempelajari pasar lokal. Kebijaksanaannya dalam transaksi dan investasi membuatnya berhasil membangun kekayaan yang besar tanpa mengurangi kedermawanannya.
Sa’ad bin Abi Waqqas, dikenal sebagai panglima perang yang andal, juga seorang pengusaha sukses. Kekayaannya banyak disalurkan untuk kepentingan perjuangan dan mempertahankan agama Islam serta membantu kaum miskin dan yatim piatu.
Terakhir, ada Thalhah bin Ubaidillah, seorang pejuang yang memiliki keberanian tinggi di medan perang serta kepekaan sosial yang tinggi. Thalhah terkenal karena menyisihkan sebagian besar hartanya untuk membantu pengungsi dan korban perang.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

