ZONAUTARA.com – Pemerintah China mendukung kesepakatan damai yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran serta pembukaan kembali lalu lintas perairan di Selat Hormuz. “China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk mendatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan,” kata Juru Bicara Kementerian China, Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan pada hari Minggu (14/6) bahwa kesepakatan dengan Iran sudah rampung dan Selat Hormuz kini terbuka setelah blokade Angkatan Laut AS dicabut. “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.”Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tambahnya.
Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan tersebut. Lin Jian menambahkan, “Kami berharap dokumen tersebut akan ditandatangani sesuai dengan jadwal yang disepakati dan semua pihak terkait akan tetap berkomitmen pada solusi damai dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi.”
China menyatakan kesiapan untuk bergabung dengan komunitas internasional demi memulihkan perdamaian di Timur Tengah, termasuk kawasan Teluk. Mengenai pembukaan Selat Hormuz, Lin Jian menyampaikan bahwa memulihkan stabilitas di sekitar Selat Hormuz sangat penting bagi kepentingan negara-negara kawasan dan komunitas internasional. “Kami juga mencatat bahwa dalam teks nota kesepahaman tahap pertama negosiasi antara Iran dan AS pun mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Kami berharap selat tersebut akan kembali aman untuk lalu lintas bebas dalam waktu dekat,” ungkap Lin Jian.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengumumkan bahwa penandatanganan kesepakatan ini akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6). Ia memastikan bahwa kesepakatan damai ini mencakup diakhirinya operasi militer di semua front, termasuk Lebanon. Iran juga menegaskan komitmennya pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir. Meski begitu, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan bahwa kesepakatan ini tidak mengikat bagi Israel.
Diolah dari laporan Antara.

