ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Palu menutup sementara akses lalu lintas di Jembatan Palu III setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Selasa (16/6/2026). Keputusan penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi karena terdapat kerusakan pada bagian jembatan.
“Penutupan sementara akses berdasarkan instruksi kepala daerah, terjadi beberapa kendala pada bagian jembatan setelah diguncang gempa,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trinso Yunianto, di Palu.
Pihak Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan menampung arus masuk dari Jalan Kimaja yang dialihkan ke Jalan Rajamoili, serta mengarahkan pengguna jalan menuju Palu barat melewati Jembatan Palu IV. Sebaliknya, untuk rute dari Jalan KH Wahid Hasyim, pengalihan dilakukan ke Jalan Teuku Umar dengan alternatif jalur yang berlanjut menuju Palu bagian timur melalui Jembatan Palu I.”Rambu-rambu sudah dipasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub juga sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas,” tambah Trinso.
Tim pemerintah dikerahkan untuk memeriksa kondisi jembatan karena ditemukan retakan pada sambungan jembatan. Untuk menentukan kelayakan infrastruktur jembatan dilalui atau tidak, pihaknya menunggu hasil kajian dari instansi teknis terkait. Penutupan sementara akses Jembatan Palu III diberlakukan untuk memberikan rasa aman dan keselamatan masyarakat pasca-gempa.
“Kami berharap masyarakat memahami situasi saat ini. Bagi pengguna jalan kami mengimbau patuhi rambu-rambu lalu lintas guna menghindari kecelakaan,” lanjut Trinso.
Gempa magnitudo 6,7 terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan kedalaman 10 kilometer, terletak 42 kilometer di arah tenggara Palu. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hingga pukul 14.30 WITA, telah terjadi 71 kali gempa susulan di Kota Palu dan sekitarnya.
Diolah dari laporan Antara.

