ZONAUTARA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA. Gempa tersebut melanda wilayah Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
“Data sementara menunjukkan sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa terdampak. Selain itu, sebanyak 24 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6) malam. Ia menambahkan bahwa data tersebut masih diverifikasi dan akan diperbarui oleh petugas di lapangan.
Kabupaten Sigi merupakan wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak, dengan sekitar 24 KK atau 69 jiwa. Di sini juga tercatat 21 warga mengalami luka ringan dan delapan luka berat. Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, dan Kabupaten Poso melaporkan satu warga luka.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta infrastruktur di beberapa wilayah. Pendataan sementara menunjukkan 64 unit rumah terdampak, termasuk empat unit rusak ringan. Kerusakan lainnya meliputi empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, dan satu ruas jalan provinsi, serta satu tempat usaha. Khususnya, di Kota Palu, Jembatan III mengalami keretakan dan pendataan lebih lanjut terus dilakukan.
BMKG mencatat hingga pukul 14.00 WIB terjadi 55 kali gempa susulan di sekitar wilayah terdampak. Pemerintah daerah beserta instansi terkait segera melakukan langkah penanganan serta penilaian dampak. Pasien di RS Anutapura Kota Palu sempat dievakuasi ke luar gedung dan tenda darurat didirikan sebagai langkah antisipasi.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

