ZONAUTARA.com – Pemerintahan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius sebesar 8% pada tahun 2029. Target ini dicapai melalui berbagai program prioritas kementerian yang meliputi percepatan investasi, peningkatan ketahanan energi dan pangan, serta transformasi digital.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa pemerintah akan mendorong kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang saling menguatkan demi mencapai target tersebut. Selain itu, pemerintah akan mempercepat investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor dan memperkuat peran BPI Danantara.
“Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat agar selaras tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian, sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat dipertahankan,” ujar Purbaya, Senin (15/6/2026).
Pemerintah optimistis bahwa dengan sinergi yang baik antar kementerian, perekonomian nasional dapat tumbuh lebih cepat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, setiap kementerian memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan dan pengawasan sesuai fungsi sektoralnya.
Dalam rangka mengulas capaian kinerja dan arah penguatan program prioritas, CNBC Indonesia menghadirkan Economic Update 2026 mulai 22 Juni-3 Juli 2026. Acara ini diharapkan memberikan gambaran mengenai capaian kinerja dan langkah strategis untuk menjawab tantangan ekonomi yang ada.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

