ZONAUTARA.com – Lebih dari 1.000 warga Palestina di Jalur Gaza tewas dalam operasi militer Israel selama masa gencatan senjata yang tercapai antara Hamas dan Israel pada Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa hingga Rabu (17/6/2026), jumlah korban tewas telah mencapai 1.005 jiwa.
Serangan oleh militer Israel pada hari yang sama disebut sebagai penyebab utama penambahan jumlah korban tewas. Hampir setiap hari terjadi penyerangan di wilayah tersebut, meskipun secara resmi ada kesepakatan gencatan senjata yang ditargetkan mengurangi kekerasan di wilayah yang terpecah menjadi zona yang dikuasai Israel dan Palestina.
Serangan udara dan drone kerap menghantam pemukiman, termasuk kamp pengungsi di Gaza bagian tengah dan selatan seperti Kota Gaza dan kawasan Khan Younis. Di Khan Younis, serangan menewaskan dua orang Palestina dan melukai enam lainnya. Militer Israel mengklaim serangan itu ditujukan untuk menargetkan “teroris” tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah warga Palestina yang telah terbunuh sejak konflik meletus pada 2023 mencapai 73.000 orang. Israel tetap menegaskan keberlanjutan operasi militer dengan dalih menargetkan anggota Hamas di Gaza, meskipun ada kritik internasional.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut menyoroti upaya pendudukan Israel terhadap sejumlah wilayah Palestina seperti Kota Hebron dan Taybeh. Rencana ini mendapatkan kecaman karena dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam situs-situs bersejarah.
Diolah dari laporan Tirto.id.

