Kolaborasi Multipihak Ditekankan untuk Atasi Darurat Literasi

Kolaborasi multipihak digalakkan oleh Wakil Ketua MPR RI untuk menanggulangi darurat literasi di Indonesia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Detik – Berita

ZONAUTARA.com – Indonesia tengah menghadapi darurat literasi, dengan tuntutan akan kolaborasi multipihak demi meningkatkan kecakapan literasi dan budaya baca di Tanah Air. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong peran aktif pemerintah daerah untuk mendukung upaya ini. “Program peningkatan literasi masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” tegas Rerie dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026). “Sinergi antara para pihak terkait harus diperkuat dengan aksi nyata,” tambahnya.

Menurut Rerie, masalah utama literasi di Indonesia bukan sekadar kurangnya minat baca, melainkan juga ketersediaan dan akses terhadap bahan bacaan bermutu yang masih rendah. Untuk mengatasi hal ini, dia menekankan pentingnya pengembangan ekosistem baca sejak dini. Rerie berpendapat, perpustakaan harus mampu menjangkau hingga ke tingkat desa dan menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan hanya tempat menyimpan buku. Selain itu, dinas pendidikan disarankan untuk mengintegrasikan pengajaran literasi dalam kurikulum serta kegiatan ekstrakurikuler di institusi pendidikan.

“Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi,” seru Rerie. Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya aksi nyata dalam membangun budaya literasi di Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Nasional RI, E Aminudin, menyatakan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis dalam peningkatan literasi masyarakat. Dalam acara bedah buku ‘Literasi di Daerah: Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah’, Aminudin menegaskan bahwa literasi dan pengembangan budaya baca pada dasarnya berlangsung di tingkat daerah.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional per Maret 2026 masih berada pada angka 40,6, yang masuk dalam kategori rendah (skala 30-49,9). Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional tercatat pada angka 54,80, dalam kategori sedang (40,1-60).




Diolah dari laporan Detik.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com