Kemdiktisaintek Luncurkan Beasiswa Calon Doktor untuk Dosen Indonesia

Kemdiktisaintek buka program beasiswa calon doktor bagi dosen untuk tingkatkan kualifikasi akademik.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan pembukaan Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualifikasi akademik dosen di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan dosen merupakan aset terbesar dalam pendidikan tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi nasional.

“Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kita berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Minggu. Beliau menambahkan, sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program doktor dengan fasilitas yang semakin baik. Oleh karena itu, Mendiktisaintek mengajak para dosen untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa ini guna meningkatkan kompetensi akademik serta memperkuat kapasitas riset nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, menyatakan BPDDI yang dimulai pada tahun 2025 telah memberi manfaat kepada 1.269 dosen di seluruh Indonesia. “Program ini bertujuan memberikan akses pembiayaan pendidikan doktor bagi dosen serta meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sebagai fondasi penguatan pendidikan tinggi nasional,” ujar Sandro.

Pada tahun 2026, BPDDI dibuka kembali untuk dosen tetap perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek yang akan melanjutkan studi doktor. Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

BPDDI 2026 dilaksanakan melalui dua skema utama: skema reguler bagi dosen di perguruan tinggi dalam negeri dan skema joint degree atau dual degree melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Selain biaya pendidikan, BPDDI memberikan dukungan komprehensif berupa biaya pendaftaran, bantuan penelitian, insentif publikasi jurnal internasional, biaya hidup, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dukungan biaya keadaan darurat. Kemdiktisaintek juga menyediakan skema dukungan tambahan bagi dosen penyandang disabilitas.




Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com