ZONAUTARA.com – Upaya mencapai perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki tahap baru setelah kedua negara, bersama mediator Qatar dan Pakistan, sepakat membentuk kelompok kerja teknis. Pertemuan ini berlangsung di resor pegunungan Burgenstock, Swiss pada Minggu (25/5), dengan target menyelesaikan perjanjian damai final dalam 60 hari. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari.
Perundingan tersebut berlangsung tertutup dan bertujuan untuk menyusun rincian kesepakatan yang akan menjadi dasar perjanjian damai final antara kedua negara. “Pembentukan kelompok teknis khusus diumumkan untuk merundingkan syarat perjanjian final yang mencakup seluruh aspek nota kesepahaman,” ujar Al-Ansari saat diwawancarai oleh Kantor Berita Qatar.
Selain kelompok teknis, dibentuk juga kelompok pemantau yang bertugas mengawasi pelaksanaan nota kesepahaman tersebut. Menurut Al-Ansari, langkah ini menunjukkan komitmen semua pihak dalam berunding dengan itikad baik guna mencapai kesepakatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Proses perundingan tingkat teknis ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi stabilitas dan perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Kedua belah pihak, yang telah lama terlibat dalam ketegangan diplomatik, melihat perjanjian ini sebagai langkah vital menuju normalisasi hubungan.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari memorandum awal yang telah ditandatangani oleh kedua negara beberapa waktu lalu, dengan harapan dapat mengedepankan dialog dan penyelesaian damai atas isu yang masih ada.
Diolah dari laporan Antara.

