ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa konsumsi minyak Indonesia mencapai 1,5-1,6 juta barel per hari dengan produksi hanya 610 ribu barel per hari. Akibatnya, Indonesia masih mengimpor sebanyak 1 juta barel per hari, terutama dari Timur Tengah. Demi mengurangi impor, pemerintah merencanakan tiga langkah utama untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri.
Salah satu langkah tersebut adalah optimalisasi teknologi. Pemerintah akan memanfaatkan teknologi seperti fracking, Enhanced Oil Recovery (EOR), dan pengeboran horizontal untuk meningkatkan produksi dari lapangan minyak yang sudah ada.
Lebih lanjut, pemerintah juga berencana melakukan reaktivasi sumur yang sudah tidak berproduksi atau idle. Berdasarkan data, ada sekitar 7.345 sumur idle dengan potensi hidrokarbon, dan 792 di antaranya telah diaktivasi kembali pada tahun 2025. Sebanyak 5.771 sumur lainnya berpotensi untuk dikembangkan guna meningkatkan produksi.
“Mau tidak mau kita lakukan percepatan konstruksi agar bisa produksi. Ini cara yang harus dilakukan setengah di Jawa dan setengah di Papua,” kata Bahlil.
Langkah terakhir yang disebutkan Bahlil adalah eksplorasi potensi migas di wilayah Indonesia timur. Pemerintah akan mempercepat eksplorasi dengan menawarkan mekanisme kerja sama dan insentif lebih menarik serta menawarkan 118 blok migas potensial untuk dilelang.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

