Bareskrim Tetap Kawal Kasus Grace Natalie Meski Ditangani Polda Metro

Bareskrim Polri terus memberikan asistensi dalam kasus yang melibatkan Grace Natalie meski sekarang ditangani Polda Metro Jaya.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menyatakan tidak akan melepaskan penanganan kasus yang melibatkan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie dan beberapa pihak lainnya, meskipun kasus tersebut kini telah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya. Kasus ini berkaitan dengan laporan dari 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam terkait potongan video ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

Bareskrim Polri melimpahkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya karena adanya laporan serupa di wilayah tersebut, namun memastikan tetap memberikan asistensi selama proses penanganan dilakukan. “Memang itu karena sudah ada laporan sebelumnya di Polda, makanya (kita limpahkan) biar jadi satu gitu. Kita tetap asistensi kok, kita tetap back-up lah Polda Metro,” terang Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra kepada wartawan, Kamis (25/6).

Wira menambahkan bahwa pelimpahan dilakukan agar penanganan kasus yang memiliki locus dan tempus delicti sama dapat dilakukan secara efisien. “Ya itu kan artinya begini lho, kalau dalam satu locus maupun tempus yang sama dan objek perkaranya juga sama, ya kita jadikan satu penanganannya,” jelasnya.

Pada tanggal 4 Mei 2026, sejumlah 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Pelaporan tersebut diterima dengan nomor registrasi LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri. Polda Metro Jaya pun telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap salah satu pelapor, Gurun Arisastra, dari LBH Syarikat Islam/SEMMI pada tanggal 24 Juni 2026.

Gurun berharap agar Bareskrim Polri tetap menangani kasus ini, mengingat pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa. “Bagi kami perkara ini bukan hanya mengenai Pak JK sebagai subjek, tetapi terkait kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa,” ujarnya pada Rabu (24/6). Menurutnya, terdapat ancaman persatuan dari figur-figur yang membangun narasi yang tidak sesuai dengan kondisi utuh dalam video tersebut.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com