ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai perluasan program pengelolaan sampah elektronik melalui E-Waste School Movement, yang menjangkau sekitar 9.000 sekolah di seluruh Jakarta. Langkah ini dimulai dari sekolah berlabel Adiwiyata yang sudah menerapkan pengelolaan lingkungan.
Elisabeth Tarigan, Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data dan Informasi Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemilahan sampah di sekolah. “Jadi, ini adalah sebagai salah satu langkah kepedulian terkait dengan gerakan pengelolaan sampah, gerakan pilah sampah, khususnya di sini adalah mengenai sampah elektronik,” ungkapnya pada Selasa (22/9) di Jakarta Pusat.
SMA Negeri 68 Jakarta menjadi percontohan pelaksanaan program ini. Elisabeth menjelaskan bahwa sekolah Adiwiyata dipilih karena sudah aktif dalam gerakan peduli lingkungan. “Dimulai dari sekolah-sekolah memang yang sudah melakukan gerakan peduli lingkungan yang selama ini berwawasan lingkungan,” tambahnya.
Saat ini terdapat sekitar 440 sekolah Adiwiyata di Jakarta, namun sasaran program ini akan diperluas hingga mencakup seluruh sekolah di Jakarta. Elisabeth menyatakan, “Padahal kita punya sekolah itu sekitar 9.000. Ya, jadi sekolah sih sudah ada, ya sebagian sudah ada, tetapi mungkin masih ada yang belum.”
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting, menyatakan bahwa gerakan ini sesuai dengan Instruksi Kadis Pendidikan Nomor 33 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilih dan Olah Sampah. Program ini didukung oleh fasilitas seperti drop box e-waste di setiap sekolah dan pengangkutan sampah akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. “Di Dinas Pendidikan ada lebih kurang sekitar 9.000 sekolah, baik negeri dan swasta, yang tentunya juga butuh kolaborasi daripada kita semua,” tuturnya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

