ZONAUTARA.com – Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha, ditemukan tewas gantung diri pada Jumat (26/6). Diduga Dokter Icha mengalami depresi berat setelah diintimidasi oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Kejadian ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyatakan bahwa kematian Dokter Icha membongkar kebiasaan buruk di kalangan anggota DPRD TTU. “Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat,” ujar Yosep, mengacu pada perilaku beberapa anggota DPRD yang kerap terlibat kekacauan akibat pengaruh alkohol, terutama saat pelaksanaan reses.
Dokter Icha, seorang dokter putri daerah dari program beasiswa Pemda TTU, bertugas di Puskesmas Bitefa serta membantu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Ia diduga diintimidasi oleh dua anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, saat menangani keponakan Therensius yang menjadi pasien gigitan ular di IGD. Hal ini menyebabkan Icha mengalami tekanan psikologis yang berat, seperti yang diungkapkan paman korban, Victor Manbait.
Fabianus Banase, juru bicara keluarga, menjelaskan bahwa insiden itu melibatkan dugaan bau alkohol dari kedua anggota dewan saat di IGD RS Leona. “Saat membentak, bau alkohol itu tercium. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga,” ungkap Fabianus. Keluarga Icha telah mengajukan berbagai langkah untuk mendapatkan keadilan atas insiden yang menimpa Icha tersebut.
Polisi setempat, dalam hal ini Polres TTU, telah memanggil rekan-rekan dr Icha yang berada di IGD saat dugaan intimidasi tersebut. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil tiga anggota DPRD TTU, yakni Veronika Lake, Norbertus Bani, dan Thrensius Lazakar, untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan meskipun keluarga belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

