Anggota DPRD TTU Respons Kematian Dokter Icha yang Diduga Akibat Intimidasi

Anggota DPRD TTU Veronika Lake menyampaikan belasungkawa atas dugaan intimidasi yang menyebabkan kematian Dokter Icha.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal sebagai Dokter Icha, memicu berbagai reaksi, termasuk dari Veronika Lake, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU). Kejadian yang terjadi pada Juni 2026 ini mencuat karena dugaan bahwa Dokter Icha mengakhiri hidupnya setelah mendapat intimidasi dari beberapa anggota DPRD TTU di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona.

Veronika, yang namanya turut disebut dalam kasus ini, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Dokter Icha. “Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” ujarnya.

Secara terbuka Veronika menjelaskan bahwa kunjungannya ke RSU Leona bukan bagian dari agenda resmi. “Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya,” jelasnya. Veronika melanjutkan bahwa kehadirannya di RSU tersebut terjadi setelah ia menghadiri pertemuan di Kecamatan Insana.

Menurut penjelasan, dalam perjalanan pulang ke Kefamenanu, Veronika bersama dua anggota DPRD lainnya dan seorang istri anggota DPRD. Mereka singgah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona atas permintaan anggota DPRD TTU Therensius Lazakar yang ingin menjenguk keponakannya. Veronika kemudian menegaskan bahwa perdebatan yang terjadi di IGD sudah berlangsung sebelum ia masuk ruang perawatan.

Dalam insiden tersebut, Veronika mengaku sempat menyuarakan ‘panggil wartawan saja’ sebagai usulan untuk membuka transparansi pelayanan rumah sakit, bukan bertujuan menekan Dokter Icha. “Itu saya maksudkan sebagai usulan agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan,” tambahnya.




Setelah insiden tersebut, pihak manajemen RSU Leona dan dokter lainnya memberikan penjelasan dan kedua koleganya telah meminta maaf kepada manajemen serta Dokter Icha. Veronika menegaskan tidak lagi kembali ke RS tersebut pada hari berikutnya dan menyatakan siap memberikan keterangan kepada polisi jika diperlukan. “Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Dokter Icha,” ungkap Veronika.

Polres TTU diketahui telah memeriksa beberapa rekan Dokter Icha yang berada di IGD RSU Leona saat terjadi dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU, termasuk Veronika. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, juga telah menegaskan bahwa…

Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com