ZONAUTARA.com – Venezuela dilanda lebih dari 500 gempa susulan setelah dua gempa kuat mengguncang negara tersebut pada 24 Juni 2026, demikian pernyataan dari Koordinator Residen PBB untuk Venezuela, Gianluca Rampolla Del Tindaro. Dalam sebuah pengarahan pers di PBB, Del Tindaro menjelaskan bahwa serangkaian gempa ini dimulai sejak Rabu pekan lalu, termasuk gempa susulan terbaru berkekuatan magnitudo 5,2 yang terjadi pada Senin dini hari.
Del Tindaro mengatakan bahwa situasi di Venezuela sangat berisiko tinggi dengan tujuh negara bagian terdampak, terutama La Guaira dan Distrik Ibu Kota Caracas yang mengalami dampak paling parah. Sebagai langkah antisipasi, PBB dan pemerintah Venezuela telah menyetujui pengadaan 10.000 kantong jenazah mengingat jumlah korban tewas yang diperkirakan akan terus meningkat.
Pada tanggal 24 Juni, Venezuela dilanda dua gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang meluluhlantakkan wilayah pesisir utara Karibia, menyebabkan kerusakan bangunan, melumpuhkan transportasi, dan memicu peringatan tsunami. Data resmi terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban tewas akibat bencana tersebut telah meningkat menjadi 1.450 orang.
Selain korban tewas, lebih dari 3.100 orang mengalami luka-luka dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, lebih dari 12.000 orang harus mengungsi akibat parahnya kerusakan. Hampir 400 bangunan tempat tinggal hancur, dan sejumlah infrastruktur termasuk rumah sakit mengalami kerusakan signifikan.
Situasi kritis ini telah memobilisasi bantuan internasional, termasuk dari Peru yang telah mengirimkan 14,5 ton bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Diolah dari laporan Antara.

