Gol Kroasia vs Portugal Dianulir: Analisis Aturan Offside Terbaru

Gol Kroasia dianulir akibat pelanggaran offside menurut aturan terbaru IFAB, memastikan kemenangan Portugal di Piala Dunia 2026.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Timnas Kroasia harus mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang kurang menyenangkan usai gol penyeimbang Josko Gvardiol ke gawang Portugal dianulir. Pada menit ke-103 injury time, wasit Espen Eskas menyatakan ada pelanggaran offside setelah meninjau sistem Video Assistant Referee (VAR), yang membuat Kroasia kalah 2-1 di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada.

Keputusan tersebut terjadi ketika Mario Pasalic mengirimkan umpan kepada Gvardiol, yang berhasil menjebol gawang lawan. Namun, setelah melihat ulang rekaman VAR, wasit menemukan bahwa Pasalic berada dalam posisi offside sebelum mengirim umpan. Hal ini memicu protes keras dari pendukung Kroasia, bahkan sempat terjadi kericuhan dengan suporter yang melempar botol air ke lapangan. Kesigapan Ivan Perisic, pemain Kroasia, yang turun tangan untuk menenangkan massa akhirnya berhasil mengendalikan situasi.

Terkait insiden tersebut, teknologi sensor di dalam bola menunjukkan ada sentuhan tipis dari Igor Matanovic sebelum Pasalic menerima bola. Mantan hakim garis profesional, Darren Cann, menegaskan keabsahan keputusan wasit dengan menyebut, “Teknologi Snicko membuktikan 100 persen bahwa dia (Matanovic) menyentuhnya dengan sundulan tipis tersebut,” dikutip dari The Independent.

Peraturan offside terbaru dari International Football Association Board (IFAB) mengatur bahwa penilaian offside dilakukan ketika bola “played or touched by a team-mate” atau dimainkan maupun disentuh oleh rekan setim. Dalam kasus ini, keterlibatan Matanovic menjadi titik acuan, yang membuat Pasalic berada pada posisi offside saat menerima bola dan mengirimkannya ke Gvardiol. Karenanya, gol tersebut sah untuk dianulir.

Banyak yang mempertanyakan mengapa sentuhan pemain Portugal tidak menghapus pelanggaran offside. Menurut IFAB, jika bola hanya sekadar memantul dari pemain lawan (deflection) itu tidak mengakhiri situasi offside. Deliberate play atau permainan disengaja baru menghapus status offside apabila pemain bertahan benar-benar mengendalikan bola.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com