ZONAUTARA.com – Keluarga dari mendiang Dokter Eliza Princila Utama Pakaenoni, yang dikenal dengan sapaan Dokter Icha, melapor ke polisi dengan harapan agar tidak ada lagi intimidasi terhadap tenaga kesehatan. Laporan yang diajukan ke Polda NTT pada Jumat (3/7) ini berisi dugaan intimidasi verbal dan fisik yang dihadapi Dokter Icha saat bertugas.
Viktor Manbait, mewakili keluarga Dokter Icha, menyatakan harapan agar laporan ini dapat mencegah penyiksaan dan intimidasi terhadap tenaga kesehatan di masa mendatang. “Dengan laporan diharapkan nanti tidak akan lagi terjadi penyiksaan dan intimidasi terhadap nakes secara verbal maupun fisik nanti di fasilitas kesehatan,” katanya di Polda NTT.
Orang tua Dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, dan Nur Azizah, bersama kedua adiknya, Tiara dan Elyn Pakaenoni, turut menyampaikan laporan tersebut ke polisi sebagai bentuk amanah dari mendiang Dokter Icha. Viktor menambahkan bahwa tindakan ini diambil untuk melindungi tenaga kesehatan yang melaksanakan tugas mereka di fasilitas kesehatan.
“Bapaknya, Mamanya, dan kedua adik Dokter Icha, Tiara dan Elyn itu bersama-sama datang ke Polda NTT untuk melaksanakan amanah dari almarhumah dokter Icha (dengan harapan) untuk melindungi para nakes yang melaksanakan pelayanan kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan di mana dia mengalami penyiksaan dan intimidasi,” ungkap Viktor.
Sejalan dengan laporan itu, ada empat orang yang dilaporkan, termasuk tiga anggota DPRD TTU dan seorang dokter hewan ASN. Wakil Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang, AKBP Samuel Simbolon, menyatakan bahwa penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku dugaan masih akan dilakukan.
Pada Jumat sebelumnya, Dokter Icha ditemukan meninggal dunia di rumahnya, yang diduga akibat depresi berat dan gangguan psikologis setelah mengalami intimidasi saat bertugas.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

