Pemkab Cilacap Yakin Pertahankan Swasembada Beras Saat Kemarau

Cilacap optimistis tetap swasembada beras meski musim kemarau, berkat pengelolaan distribusi air yang baik.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meyakini bahwa mereka dapat mempertahankan status swasembada beras meski menghadapi musim kemarau. Dinas Pertanian Cilacap memastikan ketersediaan air untuk pertanian masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan padi pada Musim Tanam (MT) III hingga masa panen diharapkan pada Agustus–September 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, menjelaskan bahwa meskipun curah hujan telah menurun secara signifikan dalam satu bulan terakhir, hal ini belum mempengaruhi kebutuhan air untuk tanaman padi. “Untuk lahan yang sudah ditanami padi masih dalam kondisi aman. Tanaman padi tidak membutuhkan air dalam jumlah besar setiap saat karena ada fase-fase pertumbuhan tertentu yang kebutuhan airnya lebih sedikit,” ujar Sigit.

Pemkab Cilacap bersama Komisi Irigasi mengelola distribusi irigasi secara ketat dengan mengatur jadwal penutupan saluran di beberapa titik strategis untuk menjaga cadangan air selama musim kemarau. Selain itu, Dinas Pertanian Cilacap juga mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian untuk mempercepat pengolahan lahan sehingga menanam lebih efektif di tengah keterbatasan air.

Meski demikian, Dinpertan Cilacap memprediksi bahwa target Luas Tambah Tanam (LTT) untuk Juni 2026 tidak akan tercapai sepenuhnya, karena banyak lahan sawah sudah selesai masa tanam atau tutup tanam. Sigit mengakui bahwa ketidaktercapaian target LTT ini dapat mempengaruhi total produksi padi tahunan, namun pihaknya berusaha agar realisasi tanam tetap di atas angka 80 persen untuk menjaga stabilitas pangan di Cilacap. “Kalau target luas tambah tanam tidak tercapai, produksi tentu ikut terpengaruh. Karena itu kami terus berupaya agar pencapaiannya minimal di atas 80 persen sehingga produksi padi tetap terjaga,” pungkasnya.

Selain di Cilacap, pemerintah Indonesia secara umum juga terus mendorong swasembada pangan melalui pengembangan kawasan transmigrasi dan strategi yang dirintis sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto saat ini.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com