ZONAUTARA.com – Penemuan fosil seorang bayi di Mesopotamia yang berusia sekitar 6.000 tahun mengindikasikan adanya kasus kekerasan anak yang diyakini sebagai yang tertua di Timur Tengah dan salah satu yang tertua di dunia. Sisa-sisa jasad bayi yang rapuh ditemukan oleh para peneliti di Tell Brak, Suriah Timur Laut.
Pada periode sekitar 4200 hingga 3900 SM, ketika bayi ini meninggal, kawasan tersebut telah menjadi salah satu pusat perkotaan terbesar di Mesopotamia Utara. Bayi ini ditemukan dalam area pemakaman anak-anak yang berisikan 63 individu.
Tim peneliti, yang mempublikasikan hasil studi mereka di International Journal of Osteoarchaeology, menetapkan usia bayi tersebut antara 6 dan 9 bulan berdasarkan perkembangan gigi. Pemeriksaan kerangka menunjukkan adanya empat tulang rusuk yang patah di bagian depan dada, yang beberapa di antaranya mulai menunjukkan tanda-tanda penyembuhan.
Paha kanan bayi menunjukkan pertumbuhan tulang abnormal dan terdapat luka lesi berpori aktif di kedua sisi tengkorak bayi. Kondisi ini menunjukkan bayi mengalami tekanan mekanis yang bukan berasal dari trauma akibat jatuh, mengingat usianya yang masih sangat muda.
Bioarkeolog dari University of Warsaw, Aleksandra Grzegorska, mengemukakan dugaan bahwa kekerasan yang dialami bayi tersebut berasal dari pengasuh. “Tulang rusuk seharusnya tidak patah pada anak sekecil itu,” ujar Grzegorska. Meskipun bukti kerangka ini menunjukkan kekerasan fisik, peneliti belum dapat memastikan pelaku atau motif di balik tindakan tersebut.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

