ZONAUTARA.com – Parlemen Hungaria pada Senin secara resmi menyetujui amendemen konstitusi yang mencopot Presiden Tamas Sulyok dari jabatannya. Keputusan ini merupakan strategi dari pemerintahan baru untuk menghapus pengaruh mantan Perdana Menteri Viktor Orban.
Menurut Al Jazeera, amendemen tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan 139 suara mendukung dan enam menolak. Langkah ini membuka jalan bagi pemilihan kepala negara baru setelah kemenangan Partai Tisza dalam pemilu bulan April lalu, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Peter Magyar.
Pemerintahan Peter Magyar, setelah mengamankan kemenangan dalam pemilu, langsung bergerak mengubah tatanan lama dengan reformasi mendalam. Tak hanya mencopot presiden, amendemen konstitusi juga mengusung reformasi yudisial, membatasi masa jabatan anggota parlemen, serta membentuk badan khusus untuk mengusut dugaan penyalahgunaan keuangan dari rezim sebelumnya.
Presiden Sulyok diberikan waktu lima hari untuk menandatangani berkas amendemen. PM Peter Magyar menegaskan bahwa parlemen siap meluncurkan prosedur pemakzulan jika Sulyok menolak. Namun, aksi boikot dari Sulyok dan Partai Fidesz tidak menghentikan langkah koalisi baru yang kini memegang kendali penuh atas parlemen.
Peter Magyar sebelumnya menyebut Sulyok tidak layak menjadi simbol persatuan Hungaria. Dia meluncurkan “Operasi Api Pembersih” untuk membersihkan institusi negara dan mencegah kebuntuan politik. Jabatan presiden, meski bersifat simbolis, memiliki wewenang untuk menyetujui undang-undang yang penting bagi agenda reformasi Partai Tisza.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

