ZONAUTARA.com – Anas Sarwar, pemimpin Scottish Labour, akan segera diangkat dalam pemerintahan Andy Burnham setelah memperoleh kursi di House of Lords. Sarwar, yang merupakan tokoh kunci dalam kejatuhan Sir Keir Starmer sebagai perdana menteri, sebelumnya telah menyatakan bahwa Starmer harus mundur.
Pada bulan Februari lalu, pernyataan Sarwar yang menuntut mundurnya Sir Keir menjadi momen genting bagi Starmer. Meski demikian, dukungan dari sejumlah menteri kabinet di media sosial pada waktu itu membantu menahan jatuhnya otoritasnya secara langsung.
Dalam waktu lima bulan, Anas Sarwar akan berpindah dari Holyrood ke Westminster untuk menjadi menteri, bergabung dengan Miatta Fahnbulleh yang baru-baru ini ditunjuk sebagai menteri energi dalam kabinet Burnham. Fahnbulleh adalah menteri pemerintah pertama yang mengundurkan diri dari pemerintahan Sir Keir karena kehilangan kepercayaan.
Di meja kabinet juga ada Ed Miliband, Menteri Luar Negeri baru, yang pada minggu-minggu terakhir masa jabatan Sir Keir menyarankan agar ia mengakui akhirnya masa jabatannya. Seperti John Healey dan Wes Streeting yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan menteri pertahanan dan kesehatan, kini mereka memegang peran penting dalam kabinet Burnham.
Steve Reed, mantan menteri komunitas dan pembela setia Sir Keir, menulis surat kepada Burnham menyatakan harapannya agar loyalitas yang sama ditunjukkan kepada Burnham. Intervensi publik dari Darren Jones mengenai pendanaan pemotongan PPN pada tagihan listrik domestik juga menjadi bagian dari dinamika politik saat ini.
Diolah dari laporan BBC News.

