ZONAUTARA.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan bahwa kementeriannya meningkatkan kerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam upaya mencegah penyelundupan benda budaya Indonesia melalui jalur darat, laut, maupun udara. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (24/7/2026).
“Soal pencegahan ini sebenarnya aturannya sudah ada. Cuma memang ini harus kerja sama dengan kementerian dan lembaga, terutama mungkin di bea cukai, imigrasi gitu ya,” ujar Fadli dalam konferensi tersebut.
Fadli mencontohkan ketatnya pemeriksaan barang seperti yang dilakukan oleh Mesir, negara yang memiliki peninggalan peradaban kuno. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan ketat barang bawaan di bandara.
“Itu mereka sangat ketat sekali. Begitu keluar dari airport di sana, itu semua barang diperiksa, bahkan suvenir-suvenir pun diperiksa,” katanya. “Jadi kan banyak yang dijual di sana, misalnya batu-batu, replika dari dewa-dewa, replika dari Fir’aun, dan lain-lain, itu semuanya diperiksa dan mereka di setiap bandaranya itu ada ahli.”
Kedepannya, Fadli mengungkapkan pihaknya tidak hanya akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga untuk memperketat aturan ini, tetapi juga berencana menempatkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian serupa untuk mencegah penyelundupan benda budaya. Ia menambahkan, “Kalau sifatnya suvenir tidak masalah, masih dibuat oleh para perajin kita dan saya kira itu sangat bagus untuk koleksi. Tapi yang sifatnya cagar budaya ini yang harus kita cegah, nanti akan kita kerjasamakan.”
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel. Dalam pertemuan ini, dilakukan juga penyerahan artefak budaya Indonesia yang sebelumnya diselundupkan, sebagai bagian dari kerjasama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI.
Menurut Fadli, artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, khususnya merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, dan Suku Danau di kawasan Danau Sentani. Benda-benda ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Indonesia.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

