ZONAUTARA.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta mitra, pemasok, serta pihak-pihak terkait agar tidak menghubunginya secara pribadi melalui pesan singkat untuk menyampaikan keluhan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG). Kebijakan ini diambil untuk menjaga integritas lembaga dan menghindari potensi fitnah yang dapat merugikan citra program prioritas pemerintah tersebut.
“Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier, atau entah apa lah begitu, untuk tidak saya terima di ruangan saya. Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis, tapi kalau saya terima itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Sudaryono menyatakan, meskipun setiap laporan yang masuk tetap ditindaklanjuti, ia berharap agar mitra dapat lebih mengedepankan mekanisme pelaporan resmi untuk menjaga profesionalisme. “Kalau bisa tuh jangan WA langsung lah gitu. Menghindari fitnah-fitnah ini, ya. Lebih baik tetap pakai jalur yang baik. Kalau Anda semua sahabat saya, sayang sama saya, please harus mengadu, harus komplain, harus bertanya ke saluran yang kami sediakan,” tegas Sudaryono.
Sebagai langkah nyata, Sudaryono meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu BGN yang disediakan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait program MBG. Pusat layanan ini merupakan tanda komitmen transparansi lembaga dalam memastikan setiap aduan ditindaklanjuti secara sistematis guna menjaga kepercayaan publik.
Sudaryono juga menyoroti prevalensi stunting berdasarkan data SSGI 2024 yang menunjukkan bahwa sejumlah kabupaten/kota masih memiliki angka stunting yang tinggi. “Kita sedang mempersiapkan diri untuk bagaimana kita bisa mengintervensi langsung memberikan gizi yang pas, yang sesuai, yang dibutuhkan, khususon di daerah-daerah yang memang angka stunting-nya tinggi dan sangat tinggi,” katanya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

