ZONAUTARA.com – Pasukan militer Ukraina mengubah taktik serangannya dengan menargetkan pusat logistik utama Rusia, termasuk perusahaan e-commerce terbesar, Wildberries. Gelombang serangan drone ini dilakukan untuk melumpuhkan rantai pasokan, meningkatkan beban finansial bagi bisnis Rusia, dan memaksa Presiden Vladimir Putin mempertimbangkan kembali perundingan setelah hampir empat setengah tahun konflik terjadi.
Mengutip laporan CNBC International, Wildberries telah mengevakuasi gudangnya di Ryazan setelah terkena serangan drone asal Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas yang terlibat dalam memasok komponen untuk militer Rusia.
“Gudang-gudang yang menjadi target drone Ukraina sejatinya terlibat dalam memasok komponen drone, peralatan navigasi, dan komponen militer lainnya untuk pasukan Rusia,” katanya.
Wildberries, yang sering dibandingkan dengan Amazon dari Amerika Serikat, didirikan tahun 2004 dan mempekerjakan sekitar 48.000 karyawan. Dampak dari serangan ini diakui oleh pemerintah Rusia yang berencana menyuntikkan dana melalui bank negara, VTB, sementara Sberbank tengah menyiapkan program restrukturisasi pinjaman untuk vendor-vendor Wildberries guna menghindari kebangkrutan masal di sektor UKM.
Natalya Kovaleva dari Chatham House menjelaskan bahwa serangan ekonomi ini dimaksudkan untuk mengganggu bisnis Rusia lebih lanjut dan dapat meningkatkan oposisi internal terhadap Putin.
“Pemilik bisnis di Rusia sebagian besar telah menyerap guncangan ekonomi, tetapi serangan Ukraina ke Wildberries menyajikan perkembangan baru yang signifikan,” ujarnya. “Ukraina berharap dengan menaikkan biaya perang, oposisi internal akan meningkat dan Putin mungkin terpaksa ke meja perundingan,” tambahnya.
Sementara itu, para analis memandang perekonomian Rusia kini rentan terhadap sanksi dari Amerika Serikat. Elina Ribakova dari Peterson Institute for International Economics menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Rusia saat ini stagnan pada angka nol persen, terutama karena penurunan produksi industri dan sektor pertahanan.
“Ekonomi Rusia telah mogok. Pertumbuhannya berada di angka nol persen tahun ini,” ungkapnya.
Pertemuan antara Presiden Zelensky dan Presiden AS Donald Trump juga difokuskan pada pembicaraan kerjasama sistem pencegat Patriot serta langkah-langkah ekonomi untuk menekan Rusia.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

