ZONAUTARA.com – Pemerintah Iran saat ini sedang melanjutkan negosiasi dengan Oman terkait pembentukan jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Sementara itu, Qatar menyerukan pentingnya kebebasan navigasi serta kesepakatan bersama antarnegara kawasan mengenai aturan di jalur perairan strategis tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa pembahasan antara Iran dan Oman difokuskan pada penetapan jalur masuk dan keluar kapal yang aman, sambil tetap melindungi hak berdaulat serta kepentingan keamanan nasional kedua negara. “Iran sedang bekerja sama dengan Oman untuk mengembangkan mekanisme yang diperlukan bagi pengaturan masa depan yang mengelola lalu lintas maritim melalui jalur perairan strategis ini,” ujar Baghaei.
Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menegaskan kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus dilindungi di bawah hukum internasional dan mengingatkan agar perairan strategis tersebut tidak dimanfaatkan untuk tekanan politik atau kepentingan sepihak. Ia menekankan bahwa setiap pengaturan di masa depan harus disetujui oleh seluruh negara kawasan yang terdampak. “Upaya de-eskalasi dan dorongan untuk solusi diplomatik masih terus berjalan,” kata Al-Ansari.
Al-Ansari juga mengungkapkan bahwa Qatar, Oman, dan Pakistan tengah berupaya memfasilitasi komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Meski demikian, belum ada kesepakatan akhir yang tercapai. Kantor Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengonfirmasi bahwa sang Emir menerima panggilan telepon dari Presiden AS Donald Trump untuk membahas langkah-langkah meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kesepakatan pembukaan Selat Hormuz bisa tercapai segera. Namun, Baghaei membantah adanya perundingan langsung antara Teheran dan Washington, dengan menegaskan, “Kami tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat,” katanya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

