ZONAUTARA.com – Presiden Taiwan Lai Ching-te mendadak dievakuasi pada Rabu malam lalu dalam rangkaian latihan “Wan Chun”. Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur darurat untuk memindahkan para pemimpin Taiwan ke lokasi aman saat terjadi perang atau krisis besar.
Kantor kepresidenan Taiwan menyatakan bahwa evakuasi ini merupakan bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang, yang bertujuan menguji kesiapan Taiwan dalam menghadapi kemungkinan konflik dengan China. Berdasarkan laporan dari BBC International pada Jumat (7/8/2026), dalam foto yang dirilis tampak Lai mengenakan pelindung tubuh dan helm saat memasuki kendaraan lapis baja.
Latihan Han Kuang ini berlangsung selama 10 hari dan dirancang untuk memastikan pemerintahan Taiwan dapat tetap berfungsi jika terjadi serangan. “Wan Chun” sendiri merupakan rencana dari era Perang Dingin yang diperbaharui untuk menghadapi ancaman terhadap pusat kepemimpinan Taiwan.
Latihan ini juga menandai pertama kalinya Lai mengikuti prosedur tersebut sebagai presiden sejak menjabat pada 2024. Fokus latihan mencakup struktur komando, koordinasi antar lembaga, dan mekanisme tanggap darurat untuk mengantisipasi berbagai “keadaan yang tidak terduga”. Ancaman dari China tidak dianggap main-main, mengingat pada tahun 2023 media China menyebut latihan militernya mencakup simulasi serangan presisi terhadap Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan menjelaskan bahwa latihan Han Kuang mensimulasikan pertempuran realistis, termasuk skenario blokade dan perlindungan infrastruktur penting. Selain itu, kali ini diuji pula perlambatan jaringan internet seluler dalam keadaan darurat. Sementara itu, aktivitas militer China di sekitar Taiwan dilaporkan terus berlanjut, tetapi belum ada tanggapan resmi dari Beijing mengenai latihan ini.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

