ZONAUTARA.com – Ketika menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah pribadi, banyak orang memilih makanan penghibur seperti camilan manis, gorengan, atau kopi hangat untuk meredakan suasana hati. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa beberapa jenis makanan tersebut dapat memperburuk tingkat kecemasan dan stres jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Hubungan antara usus dan otak, atau yang dikenal sebagai gut-brain axis, memainkan peran penting dalam mengatur respons tubuh terhadap stres. Makanan yang kita konsumsi dapat mempengaruhi produksi hormon penenang serta menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang memicu kecemasan.
Untuk menjaga kestabilan emosi dan kesehatan mental, penting untuk membatasi atau menghindari lima jenis makanan dan minuman saat sedang stres. Para ahli merekomendasikan untuk beralih mengonsumsi makanan kaya serat, protein murni, dan asam lemak omega-3. Pilihan seperti buah segar, kacang-kacangan, yogurt tanpa pemanis, serta teh herbal bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan memberikan efek menenangkan pada sistem saraf tanpa efek samping negatif.
Stress eating, atau kebiasaan mengalihkan rasa stres dengan makan berlebih, dapat memperparah kondisi tersebut. Sering kali orang berjanji untuk memulai diet setelah akhir pekan namun kembali jatuh dalam siklus yang sama. Psikolog menyarankan strategi yang realistis untuk menghentikan siklus stres makan ini.
Dalam kajian lebih lanjut, peradangan kronis juga diketahui dapat memicu penyakit serius. Mengonsumsi makanan sehat seperti ikan berlemak dan buah beri diketahui dapat membantu meredakan peradangan tubuh. Konsistensi dalam pola makan sehat serta dukungan keluarga menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

