ZONAUTARA.com – Taiwan menggelar latihan perang tahunan Han Kuang dengan membunyikan sirene serangan udara, mengerahkan tank, dan mensimulasikan gangguan internet untuk menghadapi kemungkinan ancaman serangan dari China. Latihan ini berlangsung di Yilan, Taiwan timur laut, dan diadakan pada Senin (10/8/2026).
Latihan tersebut menguji respons prajurit dalam mengamankan pelabuhan strategis dan menyimulasikan gangguan komunikasi dengan memperlambat akses internet seluler. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi serangan serius dari China serta potensi bencana alam. Sirene serangan udara juga dibunyikan di berbagai wilayah selama latihan ini. Di Taichung, pintu-pintu toko ditutup dan warga diminta berlindung di dalam ruangan.
Taiwan, yang memiliki pemerintahan demokratis, terus menghadapi ancaman invasi dari China sejak perang saudara berakhir pada 1949. Kegiatan latihan ini, termasuk latihan serangan udara, rutin dilaksanakan untuk memperkuat pertahanan sipil. Warga juga diminta mengosongkan jalan selama sekitar 30 menit saat sesi latihan.
Selain simulasi serangan udara, militer Taiwan menggelar latihan penembakan langsung di Kepulauan Penghu, yang letaknya strategis di Selat Taiwan. Pasukan menggunakan tank M60A3, artileri, dan senjata antipesawat untuk menggagalkan simulasi upaya pendaratan pasukan militer China ke wilayah tersebut.
Latihan Han Kuang berlangsung selama sepuluh hari dan dimaksudkan untuk mempersiapkan berbagai skenario perang, termasuk kemungkinan serangan militer dari China. Beijing hingga kini mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan terus mempertahankan opsi untuk menggunakan kekuatan guna merebut pulau itu.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

