Cahaya Thanksgiving Manado memancar dari GMIM Bumorik lewat pesan Pendeta Julien

Febri Kodongan
Penulis: Febri Kodongan
Editor: Redaktur
Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Rike (Bumorik), Pendeta Julien Saisab-Rotty, S.Th., saat memimpin Ibadah Pengucapan Syukur (Thanksgiving) Kota Manado di GMIM Bumorik, Minggu (23/8/2026). (Foto: ZONAUTARA/Febri Kodongan)

ZONAUTARA.com – Momen Pengucapan Syukur atau Thanksgiving Kota Manado tahun ini kembali menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, warga memadati gereja-gereja untuk mengawali hari perayaan dengan bersujud dan mempersembahkan pujian.

Suasana khusyuk terpancar kuat saat ribuan umat fokus memperkuat fondasi iman mereka di tengah hiruk-pikuk tradisi tahunan.

​Salah satu pusat peribadahan yang berlangsung penuh khidmat terlihat di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Jemaat Bukit Moria Rike (Bumorik) pada Minggu (23/8/2026) pukul 09.00 WITA.

Prosesi ibadah dibuka dengan ajakan penuh kehangatan oleh Penatua (Pnt) Dian Herlina Ponamon selaku Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (HRG) Pengucapan Syukur. Ajakan tersebut sekaligus mengondisikan jemaat untuk meresapi makna pengucapan syukur secara substansial.




​Pada kesempatan tersebut, Ibadah Pengucapan Syukur mengusung tema perenungan “Takutlah Akan TUHAN dan Beribadah Kepada-NYA dengan Tulus Ikhlas dan Setia”.

Tema ini menjadi landasan teologis yang krusial untuk mengarahkan jemaat agar tidak terjebak pada perayaan fisik semata, melainkan menatap kembali kualitas hubungan spiritual pribadi mereka dengan Sang Pencipta.

​Khadim dipercayakan kepada Pendeta (Pdt) Julien Saisab-Rotty, S.Th., yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Bumorik.

Ibadah diawali dengan pendedahan Nas Pembimbing dari Kitab Yakobus 1:5-8 mengenai hikmat, penyampaian Berita Anugerah Allah dari Yeremia 24:6, pembacaan Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, serta pengakuan dosa sebelum penaburan Firman Tuhan dari Yosua 24:1-28.

​Suasana ibadah makin terasa sakral tatkala dirangkaikan dengan pelayanan Sakramen Baptisan Kudus, sebuah ritus sekali seumur hidup yang berlandaskan amanat Alkitabiah seperti Matius 28:19-20 dan Kisah Para Rasul 2:38.

Kehadiran pembaptisan jemaat baru ini menjadi simbol regenerasi iman yang nyata, diperindah oleh lantunan pujian dari Kolom Kredo Choir yang membawakan pesan moral dari 1 Tesalonika 5:18.

​Dalam khotbahnya, Pdt. Julien Saisab-Rotty menegaskan bahwa pengucapan syukur sejatinya lahir dari komitmen iman yang teruji.

“Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita semua soal komitmen iman yang lahir dari tantangan zaman. Yosua mengingatkan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang Kudus dan cemburu. Dia tidak akan membiarkan kesalahan dan dosa apabila kita melupakan dan meninggalkan-Nya,” ujar Pdt. Julien di hadapan jemaat.

​Ia melanjutkan, pembaruan perjanjian dalam kitab Yosua ayat 24 ini merupakan momen penting agar umat tidak menyangkal Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.

“Pembaruan perjanjian yang dilakukan Yosua kepada umat Israel dilaksanakan secara tegas supaya mereka jangan sekali-kali menyangkal Allah. Batu besar yang didirikan pada waktu itu menjadi tanda dan saksi abadi akan janji setia antara manusia dengan Penciptanya,” lanjut Ketua BPMJ GMIM Bumorik tersebut.

​Lebih dalam, Pdt. Julien menekankan pentingnya menjadikan batu peringatan tersebut sebagai sarana introspeksi diri di era modern.

“Batu besar itu bukan sekadar simbol sejarah, melainkan teguran visual bagi kita masa kini. Di tengah godaan zaman, ucapan syukur ini harus menjadi momen untuk memperbarui komitmen agar hidup kita tidak menyimpang dari jalan Tuhan,” jelasnya.

​Sebagai penutup perenungan, Pdt. Julien mengorelasikan pesan Perjanjian Lama tersebut dengan figur Kristus dalam Perjanjian Baru.

“Pada akhirnya, Yesus Kristus adalah Batu Penjuru yang terpilih dan sangat berharga bagi kehidupan kita. Namun ingatlah, bagi siapa saja yang menolak dan mengabaikan-Nya, batu itu akan menjadi batu sandungan. Mari jadikan Pengucapan Syukur ini sebagai wadah memperkokoh iman, bukan sekadar perayaan pesta semata,” tutupnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com