ZONAUTARA.com – Banjir bandang dahsyat yang melanda perbatasan Nepal-China pada akhir Agustus 2026 menyebabkan 165 orang tewas dan hampir 1.500 orang hilang. Di antara yang hilang, terdapat sekitar 800 warga asing. Bencana yang mengerikan ini dipicu oleh reruntuhan material es dan batuan ke dalam sungai di kawasan Himalaya.
Bencana tersebut terjadi di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal. Banjir mengakibatkan lumpur menutupi bangunan, merusak infrastruktur, dan menutup lembah-lembah di Distrik Rasuwa dengan endapan material longsor. Gambar dari drone memperlihatkan betapa luasnya kerusakan yang terjadi.
Di kawasan terdampak, sedikitnya enam pembangkit listrik tenaga air (PLTA) besar terkena dampak, serta infrastruktur termasuk di pusat perdagangan Pelabuhan Gyirong, mengalami kerusakan signifikan. Aliran sungai berubah arah hingga lebih dari 100 kilometer ke hilir, mendekati perbatasan India.
Tim penyelamat Nepal telah mengerahkan helikopter untuk mencari korban selamat dan menyediakan bantuan darurat bagi ribuan warga yang terisolasi. Polisi dan pejabat pariwisata melaporkan hampir 500 dari 826 orang asing yang hilang dikonfirmasi berada di negara tersebut saat bencana terjadi.
Kejadian ini dimulai ketika dinding lumpur dan batu besar jatuh ke Sungai Lhende Khola di wilayah Tibet, mengalir deras ke kawasan hilir dan menyebabkan banjir hebat yang menelan kawasan di sekitar perbatasan tersebut.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

