ZONAUTARA.com – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Fatma Lestari, memperkenalkan inovasi ‘Seabug’ di ajang International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 yang berlangsung di Auckland, Selandia Baru. Acara yang berlangsung pada 21–26 Juli 2026 ini dihadiri lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara, menjadi forum penting bagi para peneliti terumbu karang dunia.
Prof. Fatma, yang juga memimpin Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia, menunjukkan inovasi ini setelah terpilih sebagai penerima hibah dari Coral Research & Development Accelerator Platform (CORDAP) melalui program CLIP 2025. Dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026), ia menyatakan, “ICRS 2026 menghadirkan program ilmiah berupa pembicara pleno terkemuka dunia, ratusan sesi teknis, presentasi poster, hingga forum jejaring yang membuka ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas wilayah.”
Di hadapan komunitas ilmiah internasional, Fatma memaparkan ‘Seabug’ yang merupakan wahana tanpa awak berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi serta mereduksi pencemaran minyak, logam berat, dan mikroplastik di daerah pesisir serta ekosistem terumbu karang menggunakan bahan alami lokal.
Selain itu, tim UI juga terlibat aktif dalam dua sesi Town Hall CORDAP, membahas evaluasi dan strategi konservasi terumbu karang global. Partisipasi ini memperlihatkan kontribusi signifikan akademisi Indonesia dalam penelitian multidisiplin dan pelestarian ekosistem laut berkelanjutan di tingkat internasional.
Melalui berbagai aktivitasnya, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI terus berkomitmen membangun sinergi pentaheliks dengan menggandeng akademisi, pemerintah, industri, media, dan masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

