ZONAUTARA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa jumlah pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang sebanyak 4.142 orang pada Minggu (30/8). Berdasarkan catatan, pengungsi yang tersisa kini berjumlah 188.161 orang per pukul 07.00 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo, masing-masing dengan 50.556 orang dan 50.574 orang. Selain itu, kabupaten lain seperti Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende juga memiliki jumlah pengungsi yang signifikan.
Menurut laporan BNPB, total korban meninggal dunia di provinsi tersebut mencapai 111 orang sejak gempa pertama kali mengguncang pada 15 Agustus 2026. Selain itu, terdapat 1.631 orang yang terluka, dengan 223 kategori luka berat dan 1.408 luka ringan. Kerusakan rumah yang diakibatkan gempa mencapai 95.567 unit, terdiri dari 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rusak sedang, dan 27.414 rusak berat.
Berton juga menjelaskan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Aktivitas gempa susulan yang telah tercatat mencapai 9.765 kali, menunjukkan penurunan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,0. Sebanyak 155 gempa susulan dirasakan masyarakat, dan pola penurunan gempa diperkirakan akan berlangsung sekitar 3-4 minggu setelah gempa utama.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi potensi bencana yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

