ZONAUTARA.com – Pencarian terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda telah memasuki hari kesembilan. Hingga Rabu (16/9) malam, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal yang hilang. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pencarian pada hari kesembilan, yang juga merupakan hari kedua dari masa perpanjangan operasi SAR, masih belum membuahkan hasil.
“Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu malam.
Pada hari kesembilan, area pencarian mencakup 3.439 nautical mile (NM) persegi meliputi kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di Banten dan Lampung hingga Pulau Enggano, Bengkulu. Pencarian dilakukan secara masif oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan 22 unit kapal, terdiri dari lima KRI, dua KAL, dan satu RBB dari TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polairud, tiga KN SAR, dua unit RIB, serta satu kapal patroli KPLP.
Pencarian dibagi ke dalam delapan sektor, meliputi wilayah sekitar Teluk Belimbing, Pulau Sebesi, Samudra Hindia, hingga kawasan selatan Pulau Sebesi. Meskipun ada laporan pemantauan dari Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), belum ada titik terang terkait keberadaan rombongan jurnalis dan kru kapal tersebut.
“Namun seluruh jalur pelaporan mengonfirmasi hasil yang masih nihil,” ujar Al Amrad. Operasi SAR terus berfokus pada penyelisiran wilayah yang telah ditentukan sembari memantau perubahan arus laut yang berpotensi memengaruhi area pencarian.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

