ZONAUTARA.com – Perkembangan digitalisasi di sektor perlindungan sosial dan dinamika utang negara mendominasi berita nasional hari ini. Di tengah kemajuan teknologi, keresahan sosial masih muncul dan diterjemahkan melalui aksi seni di Bandung. Pembaca perlu memperhatikan bagaimana kebijakan ekonomi dan inovasi teknologi berperan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menyimak upaya masyarakat menyuarakan aspirasi melalui seni.
Adopsi Perlinsos Digital Berbasis AI
Dikutip dari Antara, Deputi KemenPAN-RB Cahyo Tri Browo menyatakan bahwa 258 kabupaten/kota di Indonesia kini telah menerapkan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini bertujuan untuk memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial kepada 50 juta warga miskin dan diharapkan dapat diterapkan secara nasional pada Oktober 2026.
Baca selengkapnya di Antara – Top News →
Kebutuhan Utang Baru RI Rp876 Triliun
Menurut CNBC Indonesia, pemerintah Indonesia berencana menambah utang baru sebesar Rp 876 triliun tahun depan. Meski menambah beban bunga, langkah ini dianggap perlu untuk kebutuhan ekonomi. Posisi utang Indonesia dibandingkan negara lain masih menjadi bahan diskusi apakah tetap terkendali atau sudah terlalu besar.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Aksi Bandung Ngagoak: Seni Suarakan Keresahan
Dilaporkan Media Indonesia, Aliansi Bandung Ngagoak, yang melibatkan berbagai komunitas seni, menggelar Aksi Estetik untuk menyampaikan keresahan warga terhadap ketimpangan sosial. Acara ini menekankan pentingnya peran seni sebagai media kritik sosial dan memperkuat tradisi kritis di Kota Bandung.
Baca selengkapnya di Media Indonesia →
Selanjutnya, penerapan Perlinsos digital secara nasional pada Oktober 2026 patut diantisipasi, bersamaan dengan analisis lebih lanjut tentang beban utang Indonesia dalam perekonomian global.

