ZONAUTARA.com – Kontak tembak antara Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 9 Marinir dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10). Dalam baku tembak tersebut, tiga anggota OPM dilaporkan tewas.
Nama salah satu korban yang tewas, seperti hasil pemeriksaan awal, adalah Manfret Fatem yang diduga menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Dua korban lainnya masih dalam tahap identifikasi. Informasi awal menyebut kedua orang tersebut adalah Yesias Fatem, yang menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Soraya, dan Antonius Assem alias Anton Fatem, yang diduga sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.
Pihak TNI mengonfirmasi tidak ada korban di pihak mereka dalam insiden ini. Selain itu, sejumlah barang bukti disita dari lokasi kejadian, termasuk satu senjata api jenis AK 101, munisi kaliber 5,56 mm sebanyak 30 butir, munisi kaliber 9 mm, dua telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, dokumen OPM, dan beberapa perlengkapan pendukung lainnya.
“Setiap ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas, profesional, dan terukur,” ujar Pangkoops TNI Habema Brigjen Riyanto dalam keterangan tertulis, menegaskan bahwa pengamanan wilayah akan terus dilakukan.
Tindakan pengamanan ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat. Pendekatan dialog, pembinaan teritorial, dan sinergi dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat juga diutamakan untuk mencapai kondisi damai. Kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya diketahui kerap terlibat dalam insiden gangguan keamanan di Papua Barat Daya dan sekitarnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

