ZONAUTARA.com – Seorang anak yang diduga terlibat dalam perundungan dan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya bocah dengan down syndrome di Rungkut, Surabaya, menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Menur. Insiden ini menewaskan bocah berinisial Z, berusia 10 tahun.
Ida Widayati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk mendalami kondisi psikologis terduga pelaku. “Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar anak yang diduga terlibat juga mendapatkan penanganan yang sesuai. Saat ini, anak tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Menur untuk pemeriksaan dan pendalaman kondisi psikologisnya,” ujarnya pada Senin (19/10).
Pemeriksaan kejiwaan dianggap penting oleh aparat untuk menjadi rujukan dalam menentukan langkah hukum lebih lanjut. “Nantinya, langkah penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga profesional,” tambah Ida.
Dinas terkait juga menyediakan pendampingan bagi keluarga korban dan terduga pelaku, mengingat mereka semua masih anak-anak. Pemkot Surabaya pun berupaya mencegah insiden serupa dengan terus mengintensifkan edukasi perlindungan anak di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Sudah kami dampingi dua-duanya. Keluarga korban membutuhkan pendampingan, begitu juga keluarga anak yang diduga terlibat karena mereka juga masih anak-anak,” ungkap Ida.
Kasus ini mencuat ketika Z ditemukan tewas dengan kondisi wajah membiru dan terdapat tali sepatu melilit lehernya. Rekaman CCTV menunjukkan dua bocah masuk ke rumah korban sebelum kejadian terjadi. Kasus ini telah dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian setempat.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

