Kabut Asap Palembang Menekan Kesehatan dan Pendapatan Pedagang

Kabut asap karhutla di Palembang menurunkan omset pedagang dan mengganggu kesehatan warga.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berbulan-bulan menyelimuti sejumlah daerah di Sumatra dan Kalimantan, termasuk Palembang, yang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Selain memperburuk kualitas udara dan kesehatan warga, kabut asap ini juga berdampak signifikan terhadap perekonomian. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Yana (51), pedagang pempek yang telah berjualan selama belasan tahun di kantin kampus UIN Raden Fatah Palembang.

Yana mengungkapkan bahwa omsetnya mengalami penurunan drastis. “Mahasiswa belajar daring sudah hampir satu bulan,” kata Yana lirih saat ditemui pada Sabtu (24/10). Karena kabut asap, pihak kampus memberlakukan kuliah daring, mengakibatkan sepinya kantin yang biasanya ramai oleh mahasiswa. Jika biasanya sehari ia bisa meraup pendapatan minimal Rp1 juta, kini untuk menutup modal pun tidak cukup.

Pada saat bersamaan, di Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya memperbaiki metode penghitungan luas karhutla menggunakan citra satelit demi meningkatkan akurasi pemantauan. Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi melaporkan langkah ini kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (21/10). “Izin Bapak Presiden melaporkan bahwa sejak kami dilantik per tanggal 15 Oktober 2026, kami terus mengambil langkah memperbaiki metode penghitungan dengan menggunakan citra satelit,” ujarnya.

BNPB telah menetapkan lima provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Di antara wilayah tersebut, peningkatan kejadian karhutla tercatat di Sumatera Selatan dan Jambi, meskipun belum terlalu signifikan.

Selain meningkatkan pemantauan, BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca dengan penyemaian es kering (dry ice) untuk memicu hujan di wilayah yang terkena dampak karhutla. Sejak 20 Oktober, sebanyak 3.100 kilogram es kering telah disemai melalui lima sorti penerbangan, termasuk di Sumatera Selatan.




Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com